Dua malam lalu saya cekikik cekakak sendiri setelah bercanda dengan . Dia seorang sarjana matematika aliran
yang pernah protes soal pendidikan matematika di negeri kita tercinta ini. Saya pun berpikir hal yang sama, karena seharusnya matematika bukan pelajaran yang menakutkan apalagi dihafalkan. Dengan belajar bahasa dengan baik dan benar pun sebenarnya bisa membantu untuk mengerti pelajaran matematika dengan lebih baik. Matematika sebenarnya adalah pelajaran logika bahasa yang menggunakan simbol dan angka, beda banget dengan bahasa alay!
Sewaktu saya masih kecil, ada sebuah film fiksi ilmiah yang sangat legendaris hingga saat ini. Judul film itu adalah“pVmc2/mR” alias “ET”, yang gambar posternya pun masih saya ingat. Seorang anak kecil naik sepeda melintas bulan dengan tokoh “pVmc2/mR” karakter itu. Memang masih sangat ketinggalam jaman banget kalau dilihat dengan kecanggihan teknologi perfilman saat ini. Apalagi kalau nonton film "(2i +1, 2j+1)" alias "The Odd Couple", pasto ketahuan banget usianya saat ini. Paling tidak seumuran saya yang tumbuh di jaman tahun '80-'90an dan pasti sudah berusia di atas 40 tahun, paling tidak sudah mendekati.
Selain itu, ada juga film lucu kenalan anak-anak yang pasti semua masih ingat dan suka, yaitu film “ Ι {x : x∈ HOME} Ι = 1 “. Ayo, tebak! Film apa, ya?! Ya, betul, film “Home Alone” menceritakan seorang anak pintar dan kreatif tetapi bandelnya minta ampun hingga tertinggal di rumah sementara seluruh keluarganya pergi berlibur.
Walaupun saya sebenarnya kurang suka nonton film, apalagi di bioskop, tetapi saya tetap berusaha untuk mengikuti perkembangan perfilman. Tidak semua saya tonton dan belum tentu juga film yang saya suka memang disukai banyak orang. Contohnya adalah film “√(√2401) ” dan “+/-“ karena membuat berpikir dan memang agak ruwet bahasanya. Beda dengan film “Life of π” yang walaupun sebenarnya perlu berpikir tetapi lebih mudah untuk diterima oleh penonton.
Terkadang saya suka juga menonton film action seperti film “ds/dt”, “P(Monday ∩ Tuesday) = P (Monday) P(Tuesday)” yang lumayan membuat tegang, atau film romantis seperti “P (cath me Ι you) > 0” dan “ei π + 1 = 0 dan 666”, atau film “(La)3∧D”. Pasti semua juga suka film-film tersebut, karena semuanya masuk dalam box office dan lumayan lama diputar di bioskop serta banyak sekali bajakannya.
Yah, ini sekedar contoh saja bahwa sebenarnya kita bisa bermain bahasa dengan menggunakan matematika agar belajar matematika bisa menjadi lebih menyenangkan. Lagipula bahasa seperti ini jauh lebih keren dibandingkan dengan bahasa alay, karena menggunakan logika yang bisa membantu pola pikir dan cara berpikir. Bahasa alay memang bisa dianggap kreatif, tetapi jangan lupa bahwa asal membuat bahasa sama dengan sudah merusak pola pikir dan cara berpikir bangsa.
Bila di Jepang saja, untuk mengubah satu bahasa diperlukan pemikiran yang sangat matang, serta memerlukan sosialisasi 40 tahun agar tidak terjadi pengrusakan dalam pola pikir dan cara berpikir, masa dengan alasan kreatif kita bisa seenaknya saja merusak?! Mao Tze Tung pun melakukan perubahan negerinya dengan revolusi budaya yang diawali dengan perbaikan bahasa, dengan menggunakan bahasa China yang baik dan benar serta tetap menjaga bahasa China daerah masing-masing, menghilangkan pengaruh dari bahasa asing dan penggunaan bahasa asal-asalan. Bagaimana dengan kita?! Masa tega merusak diri kita sendiri dan masa depan dengan menggunakan bahasa alay yang asal keren dan gaul?! Bahasa Indonesia itu tidak dibuat asal-asalan, loh! Betul-betul menggunakan waktu dan pemikiran yang belum tentu kita sendiri mampu untuk menyusunnya.
Untuk dianggap keren dan gaul tidak masalah, tetapi coba pikirkan jangka panjangnya, ya! Jangan pula selalu memilih yang instant dan mudah, bila memang kita semua ingin memiliki bangsa dan negara yang maju dan terdepan. Katanya, kan, sudah bosan dengan kehidupan banga san negara yang seperti sekarang ini, dan terus menerus protes serta menuntut. Kalau memang mau, semua harus dimulai dari diri kita sendiri dulu. Ayo gunakan bahasa yang baik dan benar, bukan yang asal!!!
Oh ya, semua judul film yang menggunakan matematika di atas, diambil dari spikedmath.com. Saya memang suka otak-atik quiz seperti itu, lumayan bikin otak jadi nggak beku! Silahkan tebak sendiri judul fim di atas, ya! Jangan takut belajar matematika dan bahasa!!!
Semoga berguna dan bermanfaat!!!
Bandung, 12 Maret 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis