Sebulan yang lalu, di sebuah warung kopi di daerah saya. Bersama seorang sahabat, kami asyik berdiskusi. Topik kali ini sangat serius bagi saya yaitu soal bagaimana bisa menulis. ( bagi saya menulis itu adalah hal yang paling susah). Diskusi lainnya tentang tentang dunia sepakbola, pacar ( pacar dia tentunya karena saya sudah menikah heheh), dan juga persoalan – persoalan lainnya yang lagi hangat-hangat di negeri ini l. Tetapi yang sangat menarik dari percakapan malam itu adalah soal apakah kita bisa menulis?. Menurut dia Sangat Banyak orang yang senang membaca, tetapi hanya sedikit yang senang menulis. Biarpun bagi sebagaian orang menulis itu adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Dia bisa menulis seperti berbicara. Dan dari menulis dia akan mendapatkan keuntungan finansial yang sangat banyak.
Orang sering mengatakan menulis itu sangat erat hubungannya dengan membaca. Orang yang senang membaca, secara otomatis di akan suka menulis. ( saya berdebat dengan dia soal ini karena saya senang membaca tetapi angat susah untuk memulai menulis). Ibaratnya, membaca dan menulis sudah sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Akan terasa hampa jika sepasang kekasih tersebut tidak bertemu setiap saat. Begitu juga dengan menulis. Menulis adalah cara bicara tidak langsung untuk mengungkapkan gagasan, perasaan, pikiran kepada teman, sahabat, atau bahkan di media sosial. Ada pendapat lain yang mengatakan, dengan menulis seseorang akan dapat mengungkapkan gagasan, pendapat, serta pikirannya sesuai dengan keinginan. Saya sangat menikmati setiap tulisan dan catatan kecil Dahlan Iskan dulu saat menjabat sebagai Direktur PT.PLN Persero. Begitu juga tulisan-tulisan tentang tips perencanaan keuangannya Safir senduk.
Yang perlu kita ketahui adalah bahwa kemampuan menulis tidaklah lahir secara genetik. Oleh karena itu, peran bakat tidaklah menentukan dalam aktivitas menulis. Setiap orang pada dasarnya memiliki kemampuan menulis. Tetapi Tentu saja harus dibarengi dengan belajar dan melatih diri untuk menulis dengan benar, saya selalu mendapatkan saran dari senior bang ,
dan
tentang tips menulis dengan benar. Sampai saat ini saya mengakui bahwa tulisan saya masih amburadul, gak nyambung, bahkan loncat-loncat. Tetapi itu hal yang lumrah terjadi bagi penulis pemula. Suatu ketika
pernah mengatakan untuk saya seperti seorang wartawan baru bekerja karena mengeluh tentang apa yang harus saya tulis hari ini ehhehe.
Semua sepakat bahwa bagi penulis pemula yang di butuhkan adalah keberanian karena setelah ia selesai menulis, ia akan menawarkan sesuatu tentang diri sendiri dalam bentuk kalimat-kalimat. Ia akan berkata, “Ketahuilah apa yang aku tulis ini. Bacalah sesering yang kamu inginkan. Tiap-tiap apa yang aku maksudkan, tetapi gunakanlah kemampuan akal, pertimbangan, imajinasi dan simpulkan sendiri. Sangat jarang ada seorang penulis yang lahir dengan kemampuan menggunakan kata-kata secara baik. Untuk itu, menulis adalah proses panjang. Seorang penulis harus berlatih sampai menguasai seninya. Kita membutuhkan disiplin diri yang keras. Seorang penulis akan mengetahui passionnya sendiri. Bagi sebahagian orang menulis itu adalah makanan jiwa. Sedetik saja tidak menulis akan terasa kosong jiwanya.
Taukah kalian bahwa menulis itu adalah pekerjaan yang sangat mulia. Banyak orang yang berhasil dalam hidupnya antara lain karena menulis. Sebagai contoh, Kahlil Gibran (Seniman, penyair dan pengarang besar dari Lebanon), Rabindranath Tagore (Penulis asal India yang memenangi hadiah Nobel), Stephen King (Novelis Amerika spesialis cerita horor, fiksi sains, dan kriminalitas), Penulis Indonesia yang terkenal adalah Pramoedya Ananta Toer (penulis novel Tetralogi Pulau Buru dari Indonesia) sampai yang terbaru adalah Andrea Hirata ( Penulis Novel Laskar pelangi) dan Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Novel Ayat-ayat cinta).
Hambatan yang paling besar menjadi seorang penulis adalah tentang persoalan mental yang bersumber dari diri kita sendiri. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh rasa malas untuk memulai menulis. Banyak juga yang yang beranggapan, menulis adalah sebuah pekerjaan yang menyiksa diri. Seperti anggapan saya selama ini. Seorang penulis Menulis harusnya mampu menggunakan kelihaian kata-kata. Sebab, kata-kata adalah alat.
Seorang Penulis hampir sama dengan seorang tukang kayu. Seorang tukang kayu menggunakan gergaji , serutan, dan pahat, untuk membuat sebuah perabot rumah. Sedangkan seorang penulis menggunakan kata-kata, kalimat, alinea-alinea untuk membuat sebuah tulisan. Setiap penulis harus belajar menggunakan kata-kata secara tepat. Setiap kali kita berbicara dengan orang lain, membaca, atau menyaksikan acara di TV, Kita semua bisa menulis. Sebab kta percaya bahwa semua yang baik dan benar dan indah, harus diungkapkan lewat kata-kata yang tertulis. Seorang penulis bisa menolong orang lain lewat tulisannya. Dan seorang penulis juga akan mampu menghancurkan satu negara dengan tulisannya. Maka jangan anggap remeh seorang penulis.
A month ago, at a coffee shop in my area. Together with a friend, we are engrossed in discussions. This topic is very serious for me that is about how to write. (for me writing it is the hardest thing). Other discussions about the world of football, girlfriend (girlfriend he must be because I'm married heheh), and also other problems that are more warm-up in this country l. But what's so exciting about that night's conversation is whether we can write. According to him Very Many people love to read, but few who love to write. Even for some people writing it is a very nice job. He can write like talking. And from writing he will get a lot of financial benefits.
People often say writing is very closely related to reading. People who love to read, automatically at will love to write. (I argue with him about this because I love to read but it's hard to start writing). Ibaratnya, reading and writing have a pair of lovers that can not be separated. It would be empty if the lovers did not meet every time. So also with writing. Writing is an indirect way of expressing ideas, feelings, thoughts to friends, friends, or even on social media. There is another opinion that says, by writing someone will be able to express ideas, opinions, and thoughts in accordance with the wishes. I really enjoy every little writing and notes Dahlan Iskan while serving as Director of PT.PLN Persero. So are the writings about his financial planning tips Safir spoon.
What we need to know is that writing skills are not genetically born. Therefore, the role of talent is not decisive in the activity of writing. Everyone basically has the ability to write. But Of course should be accompanied by learning and training myself to write correctly, I always get advice from senior bang @ ayijufridar, and
about tips writing correctly. Until now I admit that my writing is still shambles, not connect, even jump-jump. But that's a normal thing for beginner writers. One time
once said to me like a new reporter working for complaining about what I have to write today ehhehe.
All agree that for the novice writer in need is courage because after he finishes writing, he will offer something about himself in the form of sentences. He will say, "Know what I am writing. Read as often as you want. Whatever I mean, but use the ability of reason, judgment, imagination and self-conclusion. Very rarely there is a writer born with the ability to use words well. For that, writing is a long process. A writer must practice until his master art. We need harsh self-discipline. A writer will know his own passion. For some people writing it is soul food. A second does not write will feel empty his soul.
Do you know that writing is a very noble job. Many people who succeed in their lives include writing. For example, Kahlil Gibran (Artist, poet and great author from Lebanon), Rabindranath Tagore (Nobel Prize-winning Indian writer), Stephen King (American novelist of horror stories, science fiction and crime), the famous Indonesian writer is Pramoedya Ananta Toer (author of Tetralogy of Buru Island from Indonesia) to the latest is Andrea Hirata (Writer Novel Laskar Pelangi) and Habiburrahman El Shirazy (Novel Writer Ayat-ayat cinta).
The biggest obstacle to being a writer is about the mental issues that come from ourselves. The barriers are influenced by the sense of laziness to start writing. Many also think, writing is a tortured work. As I thought all along. A Writing writer should be able to use the shrewdness of words. Because, words are tools.
A writer is almost the same as a carpenter. A carpenter uses saws, shavings, and chisels, to make a piece of furniture. While an author uses words, sentences, paragraphs to make a writing. Every writer must learn to use words appropriately. Whenever we talk to other people, read, or watch TV shows, we can all write. Because we believe that all good and right and beautiful, must be expressed through the written word. A writer can help others through his writing. And a writer will also be able to destroy one country with his writing. So do not underestimate a writer.