Kondisi yang paling sering saya alami saat mau memulai menulis adalah ketiadaan ide. Tulis... hapus. Tulis... Tulis... hapus. Selain diri saya sendiri, saya meyakini ada pengalaman serupa yang juga pernah dialami oleh banyak orang di luar sana. Akan tetapi, jika tetap mau berusaha mencari ide agar bisa tetap menulis, usaha inilah yang belum tentu semua orang mau melakukannya.
Sumber gambar
Terkadang, seseorang rela menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk membaca berbagai buku/artikel, menonton, pergi jalan-jalan, dan berdiskusi dengan setiap orang yang ia jumpai, yang tujuan akhirnya adalah untuk menemukan ide.
Sumber gambar
Jika hampir semua orang bersepakat bahwa ini adalah sebuah pekerjaan yang sulit, lalu mengapa juga orang-orang tertentu mau membebani dirinya untuk melakukan hal tersebut? Mereka itulah yang kita sebut sebagai orang-orang yang bersedia mewakafkan dirinya untuk melampaui kesulitan. Motivasinya bisa beragam; bagi seorang wartawan, menulis merupakan sebuah tuntutan pekerjaan. Bagi seorang Stemian, menulis bisa jadi karena ingin meraup keuntungan dengan mendapatkan reward dollar, dan bagi sebagaian yang lain motivasinya bisa karena apa saja. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Sampai disini kita bisa menarik kesimpulan bahwa, untuk mengapai sebuah kemudahan dan mendapatkan kenyamanan, harus dilaluinya lewat kesulitan-kesulitan dan memikul beban.
Kita mungkin bisa dengan mudah menemukan ide, dan juga secara gampang bisa mengutarakan ide. Namun, untuk meramunya menjadi sebuah ide baru, ide bagus, atau ide cemerlang dalam bentuk sebuah tulisan, barulah keadaan berubah menjadi gamang.
Sumber gambar
Yang namanya ide, tidak harus spektakuler. Karena faktanya, tidak semua orang menginginkan ide yang bombastis maupun fantastis dari kita. Terkadang, yang remeh-temeh justru lebih populer dan bahkan disebut sebagai sebuah ide yang brillian. Maka tulis... tulis... dan tulislah...
Posted from my blog with SteemPress : https://munawarpasilhok87.000webhostapp.com/2018/07/temukan-cara-agar-tetap-bisa-menulis-meski-sedang-kosong-ide