Hai sahabat Steemian sekalian.
Izinkan saya menuliskan apa yang sudah saya dapatkan kemarin ketika mengikuti diskusi “Cerdas Menggunakan Steemit” bertempat di Rilex Container Coffe, Lhokseumawe.
Hari ini, saya masih mau berbagi tentang “postingan yang menarik” versi bang (Curator steemit Indonesia) dalam sesi tanya-jawab kemarin.
Ketika dijawab pertanyaan dari salah satu teman diskusi lainnya tentang postingan menarik kemudian disukai oleh banyak orang (termasuk kurator sendiri. Mengingat hal ini penting, karena sekali di vote sama kurator dan senior steemit lainnya, android dengan jenis apapun bakal “berasap” seketika, hahaha) itu bagaimana?
Lalu bang mengatakan bahwa salah satu postingan bisa dibilang menarik karena adanya gambar pembuka yang bagus dalam tulisan tersebut. Sehingga orang akan mau membaca atau membuka konten tulisan kita. Saya yakin, sahabat pembaca sekalian juga setuju dengan pernyataan demikian.
Ketika dibilang seperti itu, dalam hati saya langsung kecut dan minder sendiri. Karena sadar akan android di tangan ini yang menghasilkan gambar sangat bagus menurut saya, meski dibawah standar ketika mata fotografer melihatnya. Semoga yang membaca tidak senasib dengan saya. Kalau senasib maka jangan bersedih. Ingatlah lirik lagu D’masiv (jangan menyerah, jangan menyerah... hihihi). Maksudnya jangan menyerah hingga bisa mengambil gambar semenarik mungkin.
Lalu saya sadar. Meski belum mampu menghasilkan gambar yang istimewa seperti jepretan juru foto di luar sana. Saya tidak mau berkecil hati dengan keadaan kapasitas pixel kamera yang bisa di bilang biasa-biasa saja itu, huft.
Meski demikian, saya akan terus menulis. Walau tulisannya biasa saja, bahkan masih ada kesalahan yang tidak bisa saya temukan (maklum masih awam dalam ilmu EYD). Sederhananya, ketika saya terus menulis, maka saya sedang belajar memperbaiki tulisan menjadi lebih baik (meski masih ada kesalahan sih). Ayo sahabat, yang keadaannya seperti saya harus sering menulis!
Foto yang menarik adalah salah satu pelengkap postingan yang menarik pula. Serta komitmen menulis itu juga tidak kalah penting, karena ada saat kita mengajak pembaca untuk ikut besama dalam skenario cerita.
Satu lagi, motivasi menjadi penulis itu harus terpatri sejak detik ini. Yuhuuii, penulis! Karena kenapa? Karena, meski hanya memberi komentar dan menulis satu paragraf saja, saya akan menyebutnya penulis. Penulis naskah, penulis puisi, penulis komentar, penulis pengalaman, hingga si penulis pelengkap karena sebait kata. Ini menurut saya ya. Setiap orang pasti punya cara sendiri dalam menilai.
Terima kasih semuanya untuk ilmu kemarin. Saya senang bisa berbagi pengalaman. Mari kita saling berbagi cerita!
Terima kasih sahabat semua, sudi membaca tulisan sederhana saya. Saya menanti saran dan masukannya. Saya benar-benar menunggu masukannya ya.
Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Curator Indonesia bang @aiqabrago, @levycore serta Team #Curie @kevinwong yang selalu menghargai tulisan saya.
Krueng Geukueh, 22 Januari 2018.