Hai steemian hebat
Hari terus berganti, jalannya waktu tak mungkin berhenti, hingga sampailah kita di penghujung bulan Ramadhan. Meski terasa cepat berganti ada saja pengalaman baru di setiap harinya.
Menjalankan puasa tak hanya sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga, tetapi jauh dari itu ada hati dan perasaan yang harus dijaga agar tidak mengurangi makna berpuasa itu sendiri.
Menahan ego, saling mengalah, saling memaafkan, saling berbagi adalah warna yang harus ada di setiap insan yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Banyak cara untuk berdamai dengan hati agar tak melenceng selama berpuasa, salah satunya adalah melakukan muhasabah diri bersama semilir agin di tepi pantai.
Kali ini saya mengajak steemian untuk melihat sisi lain dari pantai Kuala Mon Ikeun atau sering disebut oleh para turis asing sebagai "Hidden Place (Surfing Beach)". Saya sebelumnya pernah membahas pantai ini, tetapi kali ini ada spot lain yang akan saya bagikan kepada steemian semua.
Sebuah bangku panjang yang menghadap muara sungai yang menuju ke laut
Perpaduan muara sungai, bebatuan dan pasir putih yang memanjakan mata
Agin bertiup perlahan, suasana hening karena tak ada pengunjung lain yang datang ke tempat ini di bulan Ramdhan, hanya tampak beberapa turis asing menuju sisi lain dari pantai untuk melakukan surfing. Saya berhenti sejenak dan memandangi lekat semua lekuk alam yang dianugerahkan Allah ke hadapan saya.
Hijaunya pepohonan dan rerumputan membingkai pantai ini
Sebuah pantai yang indah, saya menikmati suara deburan ombak sambil bermuhasabah diri dan mulai memuji kuasa Ilahi dalam hati. "Sungguh indah cintaan Mu", bisik ku dalam hati.
Ombak yang menghantam bebatuan di pinggir pantai
Salam steemian hebat, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semoga kita selalu dalam rahmat dan keberkahan Nya.