Mana lebih berpengaruh,orator ulung atau penulis hebat?.dua-duanya berpengaruh. Orator ulung bak pedang tajam membelah,sedang penulis hebat bak anak panah jauh menancap.
Siapa yang tak kenal dengan Bung Karno? Seorang orator yang kutipan kata-katanya masih 'hidup' sampai sekarang, kata Lee Kwan Yew, Soekarno berhasil membebaskan Indonesia dari penjajah dengan pidatonya, dengan gayanya yang 'menggelora' seakan setiap kata-katanya bertenaga.
Namun sebuah pidato hanya ber'energi' ketika kita bisa melihat dan mendengar langsung, walau sekarang kita bisa menonton di YouTube, tapi daya dobrak nya tidak sama dengan orang yang kecipratan liur Soekarno ketika berorasi. Oleh karenanya bisa disimpulkan pengaruh pidato hanya untuk satu era, impact hanya pada masanya, pidato tidak bisa menggoyang masa depan.
Tulisan adalah kekuatan dalam senyap,ibarat sniper, dia akan merobohkan musuh dalam sunyi,kumpulan tulisan Karl Max berhasil menumbuhkan sebuah ideologi yang memerlukan beribu tulisan antitesis untuk memadamkannya.
Orang-orang seperti Sheakeaspare, Virginia Wolf adalah orang-orang yang menggiring masa depan (pada saat itu) tumbuh seperti saat ini. Atau bagaimana seorang JK Rowling berhasil membuat kita hidup di alam khayal dengan 'Harry Potternya'.
Penggiat-penggiat medsos seperti (dengan slogan; jangan lupa bahagia) dan
juga berhasil membuat kita selalu berselancar di dunia maya, atau seorang
dan
menjadi referensi untuk penulis-penulis hebat di Steemit. Ini menandakan kepakan-kepakan sayap para penulis berimpact bukan hanya saat ini, tapi bisa tembus ke lereng-lereng masa depan.
Pengalaman ini saya rasakan sendiri, ketika kolega menyuruh tutup mata untuk menulis,perlu berhari-hari bersemedi untuk memaknai, dan sekarang saya jadi penulis, walau hanya untuk diri sendiri...hehe