Beberapa hari yang lalu, aku bersih-bersih dan merapikan buku-buku di rumah. Banyak sekali buku-buku zaman dulu yang ingin kusortir dan memasukkan dalam list bacaan atau memilih menyimpan dalam kardus-kardus bekas untuk kusimpan di gudang. Aku begitu menyayangi buku-buku tersebut dan tak tega membuangnya walaupun banyak buku yang sudah sangat usang dimakan usia.
Di saat bersih-bersih tanpa sengaja aku menemukan surat kabar Pikiran Merdeka edisi 96 keluaran tanggal 2-8 November tahun 2015. Masih terlintas dalam ingatan bagaimana perjuangan untuk mendapatkan surat kabar tersebut. Saat itu aku dan suami wara-wiri masuk tiap toko yang menjual koran dan majalah untuk membeli surat kabar pikiran Merdeka tersebut. Semua itu kulakukan agar bisa membaca dan menyimpan puisi-puisi karangan bang . Pagi itu dia mengirim pesan bahwa puisi-puisinya dimuat di surat kabar.
Dari semenjak kuliah aku suka mengumpulkan buah karya dari bang baik itu yang ditulis di koran maupun majalah, seperti majalah Annida misalnya. Sebagai penulis tentu saja karya beliau sering dimuat di beberapa media lokal maupun nasional kebanyakan dalam bentuk puisi dan cerpen. Namun sayangnya aku tidak menyimpan koran dan majalah yang memuat karya bang Razak dengan baik.
Sebagai adiknya tentu aku merasa bangga dan senang dengan pencapaian yang telah diraih bang . Ada keinginan yang besar untuk mengikuti jejak beliau dalam menulis. Namun saat itu aku merasa tidak percaya diri untuk mengirimkan hasil karyaku kemanapun. Alhasil semua tulisan yang kusimpan di laptop hilang dan menguap begitu saja saat instal ulang laptop.
Beruntungnya, aku dikenalkan dengan steemit oleh bang jadi aku bisa bebas mengekspresikan diri dalam berkarya. Karena di steemit sesederhana apapun karya kita tetap akan dihargai dengan komentar yang penting karya tersebut orisinil bukan hasil dari plagiat dan tentu saja reward berupa vote sebagai bonus untuk penyemangat dalam berkarya.
Nah, untuk menghindari kesalahan yang sama yaitu kehilangan data-data buah karya bang , pada kesempatan kali ini aku ingin memasukkan puisi-puisi karya bang
dalam bentuk foto di media steemit ini. Walaupun surat kabar ini rusak atau hilang nantinya setidaknya blockhain sudah menyimpan menyimpan karya ini selamanya.
Berikut foto-foto puisi hasil karya bang yang diantaranya ditulis di Palembang saat mengambil spesialis penyakit dalam beberapa tahun yang lalu.
Bang adalah seorang dokter penikmat sastra yang pernah menjadi peserta sekolah menulis Dokarim dan tergabung dalam anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh.
Wassalam,