Kata-kata ini kutuliskan sebagai perwakilan dari apa yang kupikirkan tentangmu. Aku tahu akhir-akhir ini kamu menyimpan begitu banyak beban di pundakmu. Banyak hal yang kamu pikirkan sehingga kamu tidak mempunyai titik fokus terhadap sesuatu yang ada di hadapanmu. Kamu bagai hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Ketakutan akan hari esok yang tak pasti.
Aku tahu ragamu di sini namun hati dan pikiranmu tidak berada di tempat ini. Pikiranmu telah mengembara jauh melampaui batas-batas imajinasi yang terlalu rumit untuk kumengerti. Otot-otot wajahmu sudah terlalu kaku untuk tersenyum. Senyum alamimu benar-benar hilang ditelan pahitnya gelombang kehidupan.
Saat ini aku benar-benar mengkhawatirkan kondisimu. Sudah pasti kamu tidak sedang baik-baik saja. Namun kamu selalu berusaha menutupi apa yang kau rasakan dengan senyum palsumu itu. Aku tahu kamu sering mengabaikan perasaanmu untuk kesenangan orang lain. Kamu terlalu takut untuk menyakiti. Bahkan aku benar-benar tidak bisa memaknai semua itu. Apakah itu sebuah kelebihan atau sudah menjadi titik kelemahan darimu.
Ayolah bangkit dan tataplah hari esok dengan penuh semangat. Pancarkan binar itu dari bola matamu yang indah. Lihat dan pandanglah dunia luas ini. Yakinlah banyak hal-hal besar yang sedang menantimu di depan. Simpanlah semua yang indah-indah sebagai kenangan dan masalalu yang pahit jadikan sebagai pelajaran.
Aku tidak banyak berharap darimu. Aku hanya ingin kamu bisa belajar untuk mencintai dirimu sendiri. Beranilah berkata tidak terhadap hal yang tidak kamu suka. Hindarilah hal-hal membuatmu merasa tidak nyaman. Sadarilah bahwa sebenarnya kamu itu begitu istimewa dan sangat berhak untuk bahagia.