Puasa tak hanya menahan perut dari makan dan minum. Juga, menahan lisan dari berkata kotor, menjinjing cacian, memancing makian dan tentu mempelanting rasa sakit di hati sesama. "Berkatalah yang baik atau diam," terjemahan bebas hadis Nabi Saw. Perkataan lebih berbahaya ketimbang pedang. Tapi, kalimat-kalimat tak beradab, bisa menebas hati berkali-kali. Sakitnya terus membekas. Apalagi jika yang disakiti tidak mau membuka pintu maaf.
Zaman sekarang dimana banyak orang saling terhubung dengan medsos. Mungkin orang tak lagi menyinggung orang lain dengan kalimat yang keluar dari lisan, tapi yang terlahir dari tulisan tangan. Termasuk pengguna medsos seperti saya ini, harus hati-hati dalam menyebarkan berita. Sebisa mungkin kalimat yang tertulis harus mewariskan damai. Jika tidak lebih baik diam.