Senja itu hati ku seakan bersiut mati
Saat ku lihat kau telah berganti sandaran lagi
Batinku seakan tak terima dengan kenyataan pahit yang ku alami
Sungguh aku tak mengira semua itu akan terjadi lagi
Tuhan,,,
Salahkah aku mencintainya
Tuhan,,,
Salahkan aku menyebut namanya disepertiga malam ku
Aku hanya inggin membimbingnya menuju jannah Mu
Tapi kenapa racun yang diberikannya begitu menyiksa batinku
Haruskan aku mati dan hidup kembali sebagai insan yang akan dikasihinya
Atau haruskah aku membiarkannya terlena menjalani hidup yang penuh dengan dosa
Aku, akulah Pemuda Hijrah yang terlupakan!!
Aku, ia akulah pemuda yang tak pernah bisa mengisi kekosongan hatinya
Aku, akulah pemuda yang selalu menjaga pandangan dan ucapan demi menjaga perasaannya
Tapi mungkin dia hanya menganggap ku sebagai sekumpulan belatung yang menjijikan
Dan takkan pernah hadir dihidupnya
Aku memutuskan mengayuh kencang perahu ku
Walapun kayuhanku harus membohongi impian hidupku
Aku sudah tak ingin tinggal disana lagi
Aku berjanji akan menyerahkannya kepada bagian masa lalu yang tak ingin aku ingat lagi