Masih banyak masyarakat Indonesia yang memasak menggunakan kayu bakar di dalam rumah. Tentunya, kondisi ini sama sekali tidak ideal karena berisiko terpapar dengan asap karbon dioksida yang berbahaya terhadap kesehatan keluarga.
Namun, untuk beberapa masyarakat di Indonesia, memasak menggunakan kayu bakar masih menjadi pilihan utama karena pertimbangan harga yang murah sehingga tidak menyedot anggaran rumah tangga.
Bagi juru masak lebih cepat dan panas pakai kayu bakar, hanya saja hawa panas sedikit panas, namun karena kebiasaan memasak dengan media tungku kayu maka hawa panas seolah-olah biasa tidak merasakan kepanasan atau keletihan.
Efesiensi kayu bakar bagi warga yang hajatan karena harganya murah, selain itu tidak kesulitan jika pesan kayu dalam hitungan kubik, dipedesaan kayu masih melimpah ruah, bahkan lebih sulit bila pesan gas LPG 3 kg, disamping tabungnya terbatas jika beli, harga pun tak menentu kadang saat stok tidak ada harga bisa naik 30 persen dibandingkan harga normal.