Mungkin kita jenuh. Dengan lelucon-lelucon yang tidak membuat kita tertawa renyah.
Haluan kita kadang berbeda, melambung ke angkasa dan satunya menghempas ke bumi.
Pada dunia kita bercerita. Ada satu dua senyuman yang menggantung pada asa yang tak biasa. Ceritakan satu saja alasan kita tetap berjalan. Pada rasa yang kadang naik turun.
Bermusim katanya.
Dan lembaran baru selalu ada.
Meski nantinya penuh oleh coretan-coretan penyesalan. Tak apalah.
Cukup antara kau dan aku.
Dunia kita begitu rumit untuk dicerna mereka yang tak tau apapun.
Jangan lupa tetap tertawa meski air matamu pernah mengering.
Karna kemarin adalah tentang pelajaran. Bisa jadi untuk esok, bahkan sekarang.