Siapakah disini yang tidak mengenal WARMINDO (Warung Makan Indomie), warung-warung ini sering kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta. Warung ini bisa menjual macam-macam makanan seperti bubur kacang hijau, minuman kopi, teh, dan minuman instan dalam bungkusan. Tentunya Indomie yang dimasak dengan sayuran, cabe, dan telor sebagai menu utamanya. Aroma Indomie itu seperti aroma surga yang selalu membangkitkan selera..
Warung semacam ini biasanya didirikan di dekat lokasi perkantoran, kampus, kost-kostan atau di sekita kompleks perumahan. Hampir semua warmindo buka 24 jam nonstop dan pegawainya di bagi menjadi dua shift. Mayoritas pedagang warmindo berasal dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Warmindo menjadi tempat tongkrongan favorit dari berbagai kalangan. Dari mahasiswa dan pekerja, dari kalangan kere sampai kaum berada, mereka melebur menjadi satu dalam obrolan-obrolan ringan sampai berat. Tak jarang warmindo dijadikan tempat nonton bareng pertandingan sepakbola.
Entah kenapa makan mie di warmindo lebih enak dibandingkan dengan memasak sendiri dan sampai sekarang saya tidak tahu kenapa bisa begitu, padahal cara masak dan bumbunya pun tidak jauh berbeda bahkan bisa dibilang sama.
Perputaran uang dari bisnis ini sangat menjanjikan, omsetnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari dan yang lebih pentin bisnis ini bisa menyerap lapangan pekerjaan dan tentunya hal ini bisa berimbas kepada daerah asal para penjualnya yang mayoritasnya berasal dari Kabupaten Kuningan Jawa Barat.