All my friends, on this happy day I want to tell you a little about a drink that tastes delicious but the drink comes from animal waste. I myself often consume these drinks because it has a delicious flavor and a very distinctive aroma, namely civet coffee.
Hai teman semua, pada hari yang berbahagia ini saya ingin bercerita sedikit mengenai sebuah minuman yang rasanya nikmat tetapi minuman tersebut berasal dari kotoran hewan. Saya sendiri sering mengonsumsi minuman tersebut karena memiliki rasa yang nikmat dan aroma yang sangat khas, yaitu kopi luwak.
Luwak coffee making process is very different from the coffee in general, because luwak coffee is taken from coffee removed from civet or civet droppings.
Proses pembuatan kopi luwak memang sangat berbeda dengan kopi pada umumnya, karena kopi luwak diambil dari kopi yang dikeluarkan dari kotoran luwak ataupun musang.
To make this coffee, mature civets are fed ripe coffee that is already red. Then, Farmer Coffee next day must take coffee beans that have been issued by mongoose in the form of fases or dirt. Coffee beans derived from civet droppings are then washed until clean and then dried for several days. Once dried, civet coffee terebutrai and mashed.
Untuk membuat kopi ini, luwak yang sudah dewasa diberi makan kopi yang sudah matang yang sudah berwarna merah. Kemudian, Petani Kopi keesokan harinya harus mengambil biji kopi yang sudah dikeluarkan oleh luwak dalam bentuk fases ataupun kotoran. Biji kopi yang berasal dari kotoran luwak tersebut kemudian dicuci sampai bersih kemudian dijemur selama beberapa hari. Setelah dijemur, kopi luwak terebut disangrai dan dihaluskan.
Currently, Luwak coffee becomes the most expensive coffee in the world and this mongoose coffee is one of the coffee that comes from Indonesia
Saat ini, kopi luwak menjadi kopi yang paling mahal di dunia dan kopi luwak ini merupakan salah satu kopi yang berasal dari indonesia