Aku sebenarnya malas menulis mie yang biasa dijual di Aceh ini dengan Mie Aceh. Orang Aceh sangat jarang menyebutkan nama mie yang dijual di sejumlah rak di warung kopi dengan nama Mie Aceh. Biasanya, para penjual cukup menuliskan mie diikuti nama penjual atau kampung asal penjualnya. Misalnya, mie yahcut, mie ayah, mie cek nawi; atau mie lala, mie keumala, mie bireuen dan nama yang sebangsa dengannya.
Pertama kali saya membaca tulisan Mie Aceh di Aceh itu pada warung nasi Ayam Lepaass di Lamnyong, Banda Aceh. Selain itu hampir tidak pernah saya baca. Namun, di luar Aceh nama Mie Aceh sudah sering saya lihat. Orang Aceh di luar Aceh merasa penting menulis Mie Aceh pada rak maupun pada nama warung sebagai identitas sekaligus kepentingan promosi. Tujuannya, agar orang luar yang pernah mencicipi Mie Aceh mudah mencari kuliner peninggalan indatu ini.
Tidak banyak yang tahu jika mie olahan orang Aceh ini menjadi salah satu kuliner yang paling diminati di Indonesia. Meski tidak masuk dalam rekor MURI atau warisan dunia UNESCO yang patut dilestarikan, Mie Aceh sudah mendapat posisi terhormat sebagai kuliner yang diminati sejagat.
Konon, orang Belanda dan Jepang, jatuh cinta pada kuliner ini ketika pertama kali mendarat di Aceh. Begitu pula penjelajah dari Portugal dan Perancis, mereka tidak bisa tidur nyenyak jika belum menyantap mie Aceh. Bahkan Soekarno, langsung meminta agar Aceh tak bikin negara sendiri ketika tahu bahwa resep Mie Aceh tidak bisa ditiru oleh penjual dari luar Aceh.
Begitulah kuliner warisan indatu ini menegaskan keberadaan dan keagungannya sebagai makanan sejuta umat. Temanku, Budiman Puteh yang lama bermukim di Amerika memaksakan diri pulang ke Aceh sekalipun sudah dilarang oleh Donald Trump, karena tidak bisa menikmati Mie Aceh di negeri Paman Sam itu.
Jumat (6/4) lalu, Budiman mengajakku ke Mie Lala di jalan Syiah Kuala. "Mie nyoe hantom pernah lon pajoh di Amerika," katanya. Menurutnya, rasa dan aroma mie yang dijual di sana menggodanya untuk tinggal lebih lama di Aceh. Dua kali dia menolak telepon dari Donald Trump, Presiden Amerika, yang memintanya segera balik ke Amerika.
Ketika masuk telepon untuk ketiga kalinya, dan Budiman memperlihatkan nama yang tertera di layar smartphone-nya, dia memilih menonaktifkan handphonenya. "Persetan dengan Trump, dia tidak tahu mie pakai jamur itu enaknya melebihi hot dog!" katanya gusar.
Pun begitu, bulan depan Budiman akan balik lagi ke Amerika. Pasti ada sesuatu yang penting ingin dibicarakan Trump dengannya. (/)