Yang penting halal , itu yang terucap dari seorang penjual rujak bebeg atau rujak tumbuk dalam menjalani kehidupan. Banyak kita temui penjual rujak brbeg atau rujak tumbuk di Wilayah Jawa Barat, salah sstunya yang saya temui berjualan di halaman Masjid Agung Kota Sumedang.
Waktu terus berjalan , Penjual rujak bebeg/tumbuk, sudah berjualan sekitar lima tahun lebih, berjualan dari pagi hingga sampai sore hari. Penjual rujak tumbuk ini berjualan tidak sendiri dihalaman Masjid Agung Kota Sumedang Jawa Barat ada pedagang yang lain, seperti es krim, dan es cingcau,
Konsumen pembeli rujak , Masjid Agung Kota Sumedang tidak pernah sepi dari pengunjung untuk beristirahat dan menjalankan ibadah Sholat, mayorita konsumen pembeli rujak bebeg/tumbuk tersebut dari pengunjung yang beristirahat setelah beribadah.
Penuturan dari penjual rujak bebeg/tumbuk , selama Pandemi corona, konsumen yang membeli rujak bebeg/tumbuk turun dratis,penjual rujak untuk mencukupi kebutuhan keluarga, hanya berjualan rujak. hasil yang didapat dari menjual rujak, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, modal dagang dan kalau ada sisa ditabung.
Pembuatan rujak bebeg/tumbuk , Rujak bebeg/tumbuk pembuatannya cukup sederhana, dengan menggunakan bahan-buahan seperti, buah yang masih muda dan buahnya tidak banyak keluar air, seperti buah jambu biji muda, pisang batu muda, ubi jalar merah, buah bengkoang, mangga muda, kedongdong, dan nanas muda.
Bumbu untuk rujak bebeg/tumbuk, bumbunya cukup sederhana dan simpel, sedikit terasi, garam, gula merah, cabe rawit kalau suka pedes, alat untuk menumbuk yang dipakai bahannya dari kayu, cara menumbuknya juga simpel, setelah buah diiris dimasukan ditumbuk secara bertahap.
Hasil tumbukan juga tidak terlalu halus, supaya buah-buahan agak terasa, supaya pada waktu menumbuk tidak keluar,tempat tumbukan ditutup bagian atasnya. Berapa harga rujak bebeg/tumbuk tersebut, rujak di jual dengan harga Rp, 700 ribu rupiah.
Rasa rujak bebeg/tumbuk, sudah dipastikan ada rasa asem, manis, dan segar sebab buah yang dipakai buah muda, rujak bebeg/tumbuk ada yang di pikul dan ada yang pakai gerobak, selama masih ada buah-buhan,kita masih bisa melihat penjual rujak, terimakasih.
Sukabumi, Agustus, 2020.