Sumber : IG : kikinpurwasih
Perjalanan saya terhenti saat melihat sebuah gerobak kecil di kawasan Jl Wahid Hasyim, Sarinah, Jakarta. Buah Lontar, demikian tulisan yang ada di gerobak tersebut. Sang bapak tampak sibuk mengupas buah tersebut.
Mendengar kata Lontar bagiku tidak asing. Dulu saat membaca cerita legenda, sering kali kubaca dalam cerita sang raja menulis surat di atas daun Lontar. Apakah ini buahnya?
Mengikuti rasa penasaran, kudekati bapak penjual buah lontar tersebut. Tampak buah lontar yang sudah di kemas dalam plastik, sekilas mirip kolang kaling.
"Pak, berapa berapa harga buah lontar itu?" tanyaku.
"Satu pelastik 20 ribu, isinya 9, dari 3 buah lontar, ini enak nak, bisa langsung dimakan. Segar! " sang bapak menyodorkan 1 plastik kecil buah lontar kepadaku. Bagiku harga 20 ribu cukup mahal untuk ukuran satu pelastik kecil tersebut.
"Boleh pak, saya beli satu ya" kuraih dan langsung kucoba.
Rasanya segar, mirip rasa buah kelapa muda. Tekstur nya mirip juga dengan buah kolang kaling. Saat di gigit, dibagian tengahnya penuh dengan air. 9 buah langsung kusikat habis. Ini adalah kali pertamaku makan buah lontar.
Sumber : IG : thom_wolopora
Si bapak tersenyum melihatku dengan lahap memakan buah lontar. Dia bercerita, buah lontar ini berasal dari Jawa Timur. Sekarang buah ini sudah langka. Tidak semua daerah ada pohon lontar. Ini adalah pertama kali aku melihat buah lontar, sedangkan pohonnya belum pernah. Mendengar cerita si Bapak, saya pun tertarik mencari tau tentang LONTAR.
Dari berbagai media online hasil serching, membuatku makin tertarik dengan Lontar ini. Pohon lontar ini sejenis palma yang mirip dengan pohon kelapa. Nama latinnya Barassus Flabellifer. Pohon ini sudah digunakan sejak jaman dahulu dan bisa dibilang pohon ini serba guna. Selain buahnya yang segar, sejak dahulu, daunnya digunakan sebagai bahan naskah. Saat ini, daunnya digunakan sebagai aneka kerajinan, seperti kipas, topi, anyaman dan bahan alat musik Sasando khas Timor. Pohonnya pun cukup kuat untuk bahan perkakas, bahkan bahan bangunan. Seperti pohon kelapa, pohon lontar pun mempunyai Nira untuk bahan pembuat Gula dan minuman fermentasi. Pohon Lontar ini ternyata pohon dijadikan pohon khas Provinsi Sulawesi Selatan. Disana disebut dengan nama Lontara.
Biasanya, pohon lontar ini tumbuh di kawasan kering, seperti Indonesia bagian timur. Sebagian wilayah, Lontar dikenal juga dengan nama Siwalan. pohonnya mulai berbuah saat usia 20 tahun, dan pohon lontar bisa hidup hingga usia 100 tahun. Luwar Biasa.
Sumber : Wikipedia Indonesia
ššššššššššš
Mari Kita Lestarikan Pohon Lontar SebagaI Kekayaan Negeri Kita
Salam Kaki Lasak, Kemanapun Kaki Dilangkahkan
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131