Mendapatkan menu makanan kesukaan masa kecil dan remaja sungguh bikin saya terlonjak. Eungkot muloh asam keueung (cara baca: keu-eueng, dalam bahasa Aceh artinya pedas. Jadi asam keueung artinya asam pedas.
Ada banyak ikan bisa dimasak asam keueng. Tapi saya paling suka muloh alias bandeng. Nah, saya menemukan menu ini di sebuah warung Aceh di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu saat buka puasa. Masakannya enak -- saya yakin juru masaknya orang Aceh asli.
Sesungguhnya saya juga suka muloh teucrah -- tumis, tapi tak ada di sana sore itu. Satu porsi berisi satu potong muloh asam keueung ini lumayan terjangkau yakni Rp 15.000 (belum termasuk nasi). Kalau pakai nasi campur macam-macam ya sekitar Rp 25.000.
Tentu saja di warung tak hanya ada muloh, juga ada aneka menu masakan Aceh lainnya, serti kari bebek, hingga mie Aceh. Tapi soal ini kapan-kapan saya tulis. Di mana tempatnya? Maaf, saya tidak sebutkan karena bukan tim promo mereka. Tidak ada promo yang gratis, meniru kalimat: dalam politik tidak ada makan siang yang gratis. Jika Anda ingin mencoba, bisa japri saya.
DEPOK, 10 Juni 2018