Menemukan makanan halal tidaklah sulit di Paris, bahkan di seputaran jalan Champs-Elysees sekalipun. Di jalan ini tersaji segala kemewahan fashion dan lifestyle. Deretan toko, khususnya ‘speciality shop’ berada di kiri dan kanan jalan yang pangjangnya mencapai 2 km ini. Toko-toko tersebut antara lain, Louis Vuitton, Bulgari, H&M, Zara, dan Cerruti. Selain itu, bagi pecinta olahraga, toko-toko seperti Adidas store dan Nike Store menyediakan semua yang Anda butuhkan, lengkap disini. Inilah, Champs-Elysees, sebuah jalan yang sangat terkenal di dunia.
Saat berada di Kota Mode ini, kami pun merasa wajib datang ke tempat ini, sekaligus merasakan sensasi kemewahan yang luar biasa. Kami ingin tahu bagaimana rasanya menjadi Parisian. Sulit kita bayangkan, memang, orang yang lalu lalang, semuanya bergaya bak model.
Di sana, kami memasuki beberapa outlet dan membeli sejumlah produk fashion. Saya membawa pulang beberapa item produk Zara. Sementara, teman saya, Bambang, membeli sepatu olahraga di Adidas Store. Sepasang sepatu terbaru, yang katanya, belum masuk ke Indonesia.
Hampir tiga jam kami berada disana, letih juga kaki ini, menyusuri jalan yang sangat indah ini. Kami berusaha mencari sebuah restoran untuk makan siang sekaligus tempat rehar sejenak. Kami memasuki sebuah jalan kecil, di sebelah kiri jalan Champs-Elysees. Di sana kami menemukan sebuah resto, PAPITO namanya, yang di dindingnya bertulis tulisan Arab, halal. Letak resto ini tepatnya di 120 Rue La Boétie, 75008 Paris.
Kami pun tidak ragu memasuki rumah makan ini. Seorang pria, berperawakan timur tengah menyambut kami, dan mempersilahkan masuk. Kami memesan makanan dan minuman. Setelah selesai makan, kami bersantai disana sekitar 20 menit. Kami mengobrol dengan pemilik resto, ia keturunan Tunisia. Ia senang sekali saat mengetahui kami dari Indonesia. Ia bilang, banyak tamu Indonesia yang singgah di restorannya.
Rasanya memang tidak sulit menemukan restoran halal di Paris. Sebab populasi umat Islam di kota Paris cukup banyak. Diperkirakan sekitar 500.000 umat muslim tinggal di kota ini. Mereka umumnya berasal dari keturunan Aljazair, Moroko, Tunisia, Turki, dan negara-negara beragama Islam lainnya. Juga banyak imigran Islam yang menetap tinggal di kota ini.