Kata-kata "timphan" memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Aceh khususnya, dan bahkan di luar Aceh pun sudah banyak yang mengenal kue ini. Dengan dua pilihan utama isi di dalam nya yaitu kelapa dan "asoe kaya" membuat timphan ini selalu dinanti kan oleh masyarakat.
Timphan merupakan makanan khas dari Aceh. Tak terkecuali setiap daerah yang ada di Aceh pada waktu tertentu semua masyarakat secara serentak akan membuatnya secara pribadi ataupun masal.
Satu hal yang unik dan menarik dari pembuatan timphan ini adalah kerjasamanya, yaitu bahu membahu ketika proses pembuatannya berlangsung, baik di bantu oleh tetangga (biasanya pembuatan dalam jumlah kecil), atau seluruh kampung ikut berpartisipasi dalam pembuatan timphan (dalam jumlah besar) ini.
Timphan mempunyai daya tariknya tersendiri jika di bandingkan dengan kue-kue modern zaman sekarang yang entah berapa jenisnya, bisa jadi ribuan dan bahkan lebih, tak membuat timphan ini turun ke level bawah karena tersingkir kan baik dari segi rasa, aroma maupun tampilannya.
Semoga keadaan timphan masih akan selalu dinantikan oleh setiap masyarakat untuk ke depannya mengingat persaingan kuliner di Indonesia sekarang sangat ketat dan bermacam ragam jenisnya, semoga akan selalu terjaga kelestarian budaya yang di wariskan oleh nenek moyang kita secara turun temurun nantinya.