Dear Steemians....
Jika suatu waktu sahabat steemians melakukan perjalanan darat melewati lintasan pantai utara Aceh tepatnya di arah barat Kabupaten Bireuen terdapat kawasan penggunungan yang diberi nama kawasan Cot Bate Geulungku.
Di daerah tersebut, banyak tempat persinggahan untuk melepas lelah sambil menikmati hidangan air kepala muda dan air tebu. Tak ketinggalan penganan atau makanan ringan yang disajikan. Penganan yang menjadi ciri khas di kawasan tersebut adalah kue terbuat dari ketan, sering di sebut Pulot Panggang.
Pulot panggang di kawasan ini beda dengan pulot-pulot tempat lain, jikalau tempat lain pulotnya berwarna putih tapi disini berwarna hijau. Makanya diberi nama Pulot Pandan Hijau atau Pulot Pandan Ijo.
Pada saat saya melakukan perjalanan ke Banda Aceh beberapa hari yang lalu, saya singgah dan beristirahat di kawasan Cot Batee Geulungku Kab. Bireuen.
Tepatnya di Pulot Pandan Ijo “Kak Er”. Di tempat itu saya wawancara dengan pekerja yang sedang membakar dan mempersiapkan Pulot Pandan Ijo tersebut. Dari wawancara saya lakukan, bahan pembuat Pulot Pandan Ijo antara lain ketan, sari daun pandan, santan, gula, garam. daun pisang, lidi atau tusuk gigi dan terakhir arang.
Menurut keterangan dek Juwoi, pekerja pulot panggang, cara memasaknya yakni ketan di masak bersama santan kental dan dicampur sari daun pandan guna menambah warna hijau. Ditegaskan oleh dek Juwoi bahwa warna hijau pada pulot tersebut bukan dari pewarna atau gincu namun murni dari sari daun pandan sehingga alami dan harum. Langkah selanjutnya setelah matang, pulot dibungkus dengan daun pisang dan siap di panggang.
Saat di panggang, proses selera lebih diutamakan, ada yang suka dengan pulot agak sedikit berkerak dan ada juga yang selera biasa saja alias tidak berkerak. Kalau saya lebih suka pulot ijo panggang yang berkerak karena lebih nikmat apalagi di makan pada saat panas. Namun selera semua orang tidak sama. Juga demikian mungkin selera sahabat steemians bervariasi. Tapi jika melewati kawasan tersebut jangan lupa singgah dan menikmati Pulot Pandan Ijo ala Cot Bate Geulungku – Bireuen.