Lidah ku yang dulunya suka pilih-pilih makanan, ini tak suka , itu tak suka, sampai jadi malas makan. Apa jadinya jika aku kuliah di Sumatra barat dengan kuliner yang menggoda di setiap sudut tempat, di samping parkir motor, depan kantor,pusat perbelanjaan, belakang sekolah, depan kampus, kadang teman sekelas di kampus yang menjual makanan online yang sudah di bungkus khas minangkabau. . Waktu itu aku di ajak ke pasar raya dengan di temani seorang uni dari PLB. Mumpung main ke pasar. Nah, kali ini aku sangat berkesan dengan makanan yang sepertinya baru aku jumpai di Sumatra barat, nama sang penggugah selera ini adalah “karupuak kuah”. aku menyukainya bukan hanya karena harganya murah dan pas di kantong mahasiswa, hehehe…. Tapi cara makannya yang unik dan rasanya yang pedas – pedas menggoda. Isi karupuak kuah adalah kerupuk lebar yang biasa di sebut kerupuk opak yang berasal dari ubi kayu yang muat di isikan mie di atasnya, Lalu kuah satenya boleh di taruh sebelum menaruh mie atau sesudahnya. Beberapa penjual kadang membolehkan pembelinya untuk mengambil sendiri isi dari kerupuk, ihaa… ini aku paling bahagia, karena bakal aku isi lebih dari biasanya, ops. Maaf gak sering gitu kok. Dengan harganya Rp.2000-5000 , sudah bisa buat hilangin lapar sampai nanti malam dan bisa deh akunya lanjut jalan ke mana lagi. Jangan lupa hati –hati makan karupuak kuah, karena kalau buru – buru bakal berserak di pakaian , tangan atau muka celemotan. Kalau buru – buru jangan lupa bayar juga. Hahahaha……