Roadside seafood is easy to find in various cities in Indonesia, including in Lhokseumawe, Aceh. Coming home from an event, some time ago, my children felt hungry because before leaving, they had not had dinner and were not given food at the event.
We've looked for the nearest restaurant and it's still open, but many are already closed. Finally, the choice fell to a roadside food stall. The name is Berkah 82 on Jalan Merdeka, Lhokseumawe, which sells various types of seafood and uduk rice.
I often saw the restaurant on the side of the road, but never stopped. That night we stopped by and ordered Nasi Uduk with fried catfish.
Nasi Uduk is a type of dish that is easily found in various cities in Indonesia. Rice cooked in coconut milk is usually eaten with seafood, duck, chicken, or with bird meat.
Now, when I enjoy Nasi Uduk Berkah 85, I feel a different taste from Nasi Uduk in other places. The difference is in the lower coconut milk content so it doesn't feel wet.
The low level of coconut milk makes Nasi Uduk taste drier, almost no different from plain white rice. It's just that, nasih uduk in Berkah 82 feels more fragrant and comfortable on the tongue. Low levels of coconut milk are also better for health.
Apart from fried catfish, in Berkah 852there are also various other types of fish such as pomfret, snapper, or grouper fish. The price depends on the size.
As usual, Nasi Uduk is combined with fresh vegetables such as basil, cabbage, and cucumber. Eating Nasi Uduk is incomplete without the right chili sauce. I don't like chili sauce that is too spicy, so the sauce with more tomatoes tastes better.
Seafood street in Berkah 85 is not inferior to restaurant food. At first glance, it does not look elite with simple places and roadsides. But what is important is that the food is hygienic and good for health.[]
Nasi Uduk Berkah 82
Makanan seafood di pinggir jalan mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Lhokseumawe, Aceh. Sepulang dari sebuah acara, beberapa waktu lalu, anak-anak saya merasa lapar karena sebelum berangkat belum makan malam dan di acara tidak diberikan makanan.
Kami sudah mencari restoran terdekat dan masih buka, tetapi sudah banyak yang tutup. Akhirnya, pilihan jatuh ke warung makan di pinggir jalan. Namanya Berkah 82 di Jalan Merdeka, Lhokseumawe, yang menjual berbagai jenis seafood dan nasi uduk.
Saya sering melihat tempat makan di pinggir jalan tersebut, tetapi tidak pernah singgah. Malam itu kami singgah dan memesan nasi uduk dengan ikan lele goreng.
Nasi uduk merupakan jenis masakan yang mudah dijumpai di berbagai kota di Indonesia. Nasi yang dimasak dengan santan ini biasanya dimakan dengan seafood, bebek, ayam, atau dengan daging burung.
Nah, ketika menikmati nasi uduk Berkah 82, saya merasakan adanya rasa berbeda dengan nasi uduk di tempat lain. Perbedaannya adalah pada kadar santannya yang lebih rendah sehingga tidak terasa basah.
Kadar santan rendah membuat nasi uduk terasa lebih kering, nyaris tidak beda dengan nasi putih biasa. Hanya saja, nasih uduk di Berkah 85 terasa lebih harum dan nyaman di lidah. Kadar santan rendah juga lebih baik bagi kesehatan.
Selain lele goreng, di Berkah 85 juga ada berbagai jenis ikan lain seperti bawal, kakap, atau ikan kerapu. Harganya tergantung dengan ukuran.
Seperti biasa, nasi uduk dipadu dengan lalapan seperti daun kemangi, daun kol, dan mentimun. Bisa juga ditambah dengan cah kangkung dan tauge. Makan nasi uduk tidak lengkap tanpa sambal yang pas. Saya tidak menyukai sambal yang terlalu pedas, sehingga sambal yang lebih banyak tomat terasa lebih cocok.
Seafood street di Berkah 85 tidak kalah dengan makanan restoran. Sepintas, memang tidak terlihat elit dengan tempat sederhana dan pinggir jalan. Tapi yang penting adalah makanannya higienis dan baik bagi kesehatan.[]