Hari Jumat waktu yang saya miliki terbatas. Apa lagi harus mengantar dan menjemput dua bocah dari sekolahnya masing-masing. Namun walau bagaimana pun, saya tetap harus menjaga waktu agar semua kegiatan terlaksana dengan baik.
Tadi pagi kami berangkat dengan perasaan gembira meski kedua bocah harus mengikuti ujian kenaikan kelas. Mereka sudah belajar untuk menghadapi ujian hari ini. Segala usaha terbaik sudah dilakukan, kini tinggal menghadapi kenyataan. Saya hanya bisa berharap agar semua berjalan lancar.
Pagi tadi cuaca juga sangat cerah, secerah wajah kami menyambut hari Jumat. Setelah mengantar kedua bocah ini ke sekolahnya masing-masing seperti biasa saya harus memanfaatkan waktu sebelum aktivitas di kantor untuk menikmati secangkir kopi favorit; sanger espresso.
Saya pergi ke TR Coffee di depan Masjid Baiturrahman Lhokseumawe. Kafe itu sudah menjadi langganan saya. Kebiasaan ngopi yang bisa sampai tiga kali sehari, membuat para pekerja di sana sudah hapal betul dengan wajah saya.
Sembari mengutak-atik telepon genggam, saya menikmati kopi yang luar biasa itu perlahan. Di lidah saya, rasa kopi ini benar-benar bikin jatuh hati. Karenanya saya bisa menghabiskan tiga cangkir dalam sehari.
Tak lama duduk di sana, seorang kawan saya yang bertugas di kepolisian datang. Ternyata ia juga baru saja mengantar putranya ke sekolah. Jadilah kami mengobrol panjang lebar. salah satu yang membuat saya betah ke kedai kopi adalah karena ini.
Kadang bisa bertemu teman lama tanpa direncanakan. Kemudian saling berbagi cerita setelah sekian lama tak bersua. Pasti suasananya sangat berkesan. Seperti yang saya alami pagi tadi.
Sekitar jam sepuluh, kamipun sama-sama menjemput anak kami yang telah selesai mengikuti ujian. Tnya adalah membawa mereka pulang ke rumah.
This report was published via Actifit app (Android | iOS). Check out the original version here on actifit.io