Durian, buah berduri dan bau menyengat dengan citra rasa yang nikmat. Jalan-jalan ke Medan sekarang ini sangat berbeda dengan beberapa belas tahun yang lalu. Dimana-mana sangat mudah kita jumpai berbagai jenis kuliner.
Sebenarnya sejak dulu pun sudah banyak jenis kuliner dengan rasa dan daya tarik tersendiri seperti mie Aceh di Titi Bobrok, soto sinar pagi di Petisah, mie ayam jamur di Abdullah Lubis, lontong di dr Mansur dan lainnya.
Kuliner baru banyak bermunculan disepanjang jalan lingkar (jln gagak hitam) yang baru dibangun beberapa tahun belakang ini. Salat satunya yang sempat saya coba kemarin adalah bakso Wonogiri yang sudah saya bahas pada postingan sebelumnya.
Hari ini saya jalan-jalan ke USU, tempat saya kuliah mulai tahun 1994. Disepanjang jalan didepan kampus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara banyak gerobak yang menjajakan minuman segar dan dingin dengan menu utamanya kolak durian.
Durian yang memiliki khas baunya yang sangat menyengat membuat sebagian orang enggan mencicipinya. Dengan kreativitas penjual yang meracik buah berduri tersebut dengan campuran bahan makanan lain seperti pulut, pisang, dan jagung serta ditambah santan kelapa maka jadilah kolak durian. Dengan kombinasi tersebut setelah ditambah es kristal rasanya sangat menggoda.
Terimakasih sudah berkunjug ke blog saya
Thank you for visiting my blog
Medan, April 30th, 2018
this banner is a referral to register new account on Binance.com