Puasa hari terasa begitu berat dibanding puasa pada hari sebelumnya. Badan terasa sangat lemas, dengan tingkat dahaga yang lebih halus dari kemarin.
Suara detak jam dinding seolah terus menggodaku. Tiap kali aku menatapnya, ingin rasanya aku memutar jarumnya agar berputar lebih cepat. Namun, aku berusaha menahan diri sekuat tenaga.
Aku melakukan berbagai cara demi untuk membujuk diri ini agar lebih sabar menahan cobaan ini. Ku coba memejamkan mata, dengan harapan agar gejolak hati dapat diredam.
Alih-alih meredam gejolak hati, justru malah bayangan kolak pisang manis yang datang menghampiri benakku. Hatiku semakin bergejolak serta semakin memberontak. Dengan segera ku buka kembali mata mataku sebagai upaya menyelamatkan diri dari pemberontakan hati yang semakin menjadi-jadi.
Alhamdulillah, bayangan kolak pisang manis menghilang dari benakku. Aku terselamatkan lagi hari ini.
Lama waktu berselang, akhirnya perjuangan menunjukkan hasil yang membahagiakan. Suara beduk magrib seolah memberi isyarat bahwa aku telah memenangkan peperangan ini. Langsung ku minum air putih dan segera sholat Maghrib. Setelah itu, barulah aku memburu musuh yang sedari tadi menggodaku, Kolak Pisang Manis.