Mie Aceh sangat terkenal dengan rasa pedas dalam masakannya, dan di beberapa daerah di Indonesia rasa pedas sangat berbeda yang ditawarkan dalam masakan Mie Aceh di seluruh Nusantara. Hampir seluruh kedai kopi, makanan berupa mei adalah suatu keharusan.
Mie Aceh ini juga dapat dimasak dengan campuran berbagai macam aneka lauk, seperti udang, tiram, daging, kepiting bahkan ikan. Nah! Kali ini, saya sangat memperhatikan koki mie dalam membuat hidangan ini dan saya mengambil beberapa foto dari proses Mie Tradisi Aceh dengan kepiting yang akan dengan senang hati bila tidak disebut sebagai seorang fotography yang baik,karena ada beberapa moment yang terlupakan saat pembuatan mie kepiting yang berlokasikan di krueng geukuh.
Terus terang, saya tidak tahu banyak tentang resep makanan ini pada umumnya, tetapi saya dapat memberitahu Anda bahwa resepnya sederhana dan murah. Semua resep dicampur dengan mie sampai bertemu dengan rasa seseorang.
Di kedai kopi, pembuat mie menggunakan panci bermulut lebar yang biasanya dirancang untuk memasak mie. Bagi penduduk lokal, mi jenis ini umumnya dikonsumsi sebagai hidangan utama atau secara khusus dianggap sebagai makanan pedas-berat. Ini tidak benar-benar direkomendasikan bagi anda yang punya riwayat lambung, jika Anda ingin sekali rasanya, hehe.
Hidangan tradisional ini juga memiliki beberapa jenis pesanan, mie kering, mie rebus dan mie basah. Semua jenis pesanan ini memiliki selera yang berbeda, itu semua tentang yang mana yang paling Anda sukai.
Selamat mencoba, lebih seru bila makan mie kepiting, Anda ajak teman dekat, kantor atau keluarga tercinta sekalipun.
Sekian semoga ada manfaatnya.
Tempat: Mie Apayan, Krueng Geukuh Aceh Utara
Kamera: Vivo V7