Ketika kita mengunjungi suatu kota tentunya kita juga ingin merasakan lezatnya kuliner dari daerah setempat. Kali ini saya ingin berbagi dengan teman-teman stemian tentang Sate Lalat. Sate Lalat adalah kuliner khas kota Pamekasan, Madura, bagi orang yang belum pernah tahu apa itu sebenarnya sate Lalat tentunya akan merasa penasaran dan berpikiran kalau sate Lalat itu adalah sate yang di bikin dari Lalat. Sebagaimana sate-sate pada umumnya, sate Lalat juga dibikin dari daging ayam, daging sapi, daging kambing maupun daging kelinci. Dinamakan sate Lalat atau orang Madura menyebutnya dengan sate Laler, karena ukuran potongan dagingnya memang kecil-kecil seukuran Lalat. Potongan-potongan kecil sate Lalat di tusuk bukan menggunakan batang kecil terbuat dari bambu sebagaimana sate-sate pada umumnya melainkan menggunakan lidi. Kalau ditusuk menggunakan bambu akan sulit karena ukuran dagingnya kecil. Untuk tidak merusak potongan daging yang kecil-kecil itu di pergunakan lidi karena lidi lebih lentur dan lebih halus. Untuk dapat menikmati hidangan sate Lalat anda bisa pergi ke Warung Lesehan yang berada di jalan Jokotole Pamekasan yang buka mulai sore hingga malam saja.
Sebagimana sate-sate pada umumnya, untuk menambah kelezatan daging sate yang sudah matang di panggang akan di tambahkan bumbu sate. Bumbu sate ini di buat dari kacang tanah yang di ulek (dihaluskan) dengan campuran air dan kecap manis secukupnya dengan di tambah garam dan penyedap rasa secukupnya. Sebagai pelengkap sajian sate Lalat ini anda bisa memilih untuk menyantapnya menggunakan nasi putih atau potongan-potongan kecil lontong. Harga per porsinya sudah termasuk sepiring nasi putih atau lontong dengan 20 tusuk sate dan pilihan minumannya teh hangat, es teh, jeruk hangat atau es jeruk Rp. 15.000,-.