Jalan-jalan di Kota Bandung kurang lengkap rasanya kalau tidak merasakan kuliner tatar sunda dari makanan ringan sampai pada makanan yang bisa menggoyang lidah, salah satunya mampir di tempat Rumah Makan Ibu Imas.
Rumah makan yang legendaris mulai buka usaha yang sudah dirintis sejak tahun 1980 an, makanan khas dengan Citarasa Sunda menjadi salah satu pilihan, ada sekitar puluh lebih menu yang tercatat di daftar menu dan di sajikan di atas meja saji.
Tersedia jumlah puluhan menu yang disaji diatas meja mulai dari olahan daging Ayam, olahan Ikan, Ati, Gepuk, Rendang, Kikil, Paru, Babat, Otak, Belut, Telor, Sayur asam, Sop kikil, Lele, Cumi, Udang, varian Pepes, Tempe, Tahu dan menu yang lainnya.
Makan adalah urusan dengan selera, yang menjadi menu favorit tidak boleh ketinggalan dicoba Karedok Leunca, racikan dari cabai dipadukan daun kenanga dan Leunca Hijo tambah terasi, lalapan seperti daun tespong, selada air, timun, engkol, raos pisan.
Rumah makan Ibu Imas menurut informasi dari karyawan memiliki 4(empat) lokasi bangunan yang difungsikan untuk Rumah makan, jarak satu bangunan dengan bangunan yang difungsikan rumah makan yang lain tidak berjauhan, dan rumah makan ini tidak membuka cabang.
Lokasi rumah makan tersebut berada di Jalan Balong gede no 67, jalan balong Grde no 94, jalan Balong gede no 38 dan di jalan Pungkur no 81, banyak pengunjung yang datang ke rumah makan Ibu Imas bukan hanya dari warga bandung melainkan dari luar Jawa Barat seperti jakarta dan wilayah lainnya.
Dari 4 (empat) tempat tersebut rata-rata pengunjung cukup banyak, makan dengan Citarasa khas Sunda, karena tempat yang di Jalan Pungkur sudah tidak menampung pengunjung yang akan makan, menurut informasi dari karyawan lebih dari 100 (seratus) karyawan yang bekerja di rumah makan Ibu Imas, dengan khas para karyawan memakai baju seragam yang ada logo Ibu Imas.
Pengunjung akan membludak pada jam-jam makan siang, dan pada hari-hari libur, sampai pengunjung yang akan makan harus mengantri, menunggu sampai selesai orang yang sedang makan.
Setiap orang akan berbeda menu makanan, tergantung pada selera masing-masing karena lidah tak bertulang, makanlah selagi lapar berhenti makan sebelum kenyang.
Bandung, 3 Oktober 2019.