Serabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia, masyarakat tidak asing mendengar jajanan yang satu ini, di Jawa Barat jajanan Serabi banyak yang menjualnya, jajanan Serabi sudah ada sejak jaman dahulu menjadi warisan dari nenek moyang sampai sekarang.
Seperti warung Serabi_ sederhana berada di Jalan Bhineka karya, kecamatan Gunung puyuh kota Sukabumi Provinsi jawa Barat, penjual Serabi masih mempertahankan warisan tradisional, mulai proses pengolahan sampai jadi kue serabi dengan menggunakan proses cara lama, untuk memasak Serabi menggunakan kayu bakar.
Pengolahan adonan untuk membuat serabi, dibuat dadakan ditempat warung serabi, orginalitas masih terjaga, warung serabi ini bernama Serabi Tasik Pak Asep kenapa disebut serabi Tasik, menurut cerita karyawan, nama pak Asep (almarhum) berasal dari wilayah Tasik malaya Jawa Barat, dimana pak Asep berasal.
Sekarang penjual Serabi diteruskan oleh anaknya, Serabi pak Asep cukup rame dikunjungi, bahan dasar pembuatan serabi pada umumnya memakai tepung beras, kelapa, dan toping serabi bermacam variasi dengan selera lidah, seperti serabi oncom, serabi cokkat, serabi telur, serabi polos, serabi dengan digula, dan banyak variasi, dengan tetap tepung beras sebagai bahan dasar.
Tempat penjual serabi yang strategis berada dipinggir jalan, bangunan dibikin tingkat karena kondisi georafi yang berkontur secara alami, fasilitas yang disediakan seperti toilet, mushola, harga serabi cukup bersahabat, bukan hanya serabi yang dijual, tapi ada beberapa minuman yang dijual untuk menemani makan serabi, menu minuman unggulan wedang Bandrek , dan masih banyak lagi minum selain bandrek.
Wedang bandrek campuran menggunakan ramuan tradisional, kuat rempah, seperti kapolaga, gula kawung, jahe, kayu secang. Serabi bapak Asep mulai buka usaha sejak tahun 2008, awalnya tempat penjual serabi tersebut berada di samping sekitar puluhan meter dari warung sekarang, untuk keamanan warung serabi dilengkapi dengan Cctv.
Warung serabi lokasinya mudah dijangkau dan berkontur, sehingga susunan bangunan menanfaatkan bidang tanah secara alami, dengan view menikmati suasana alam.
Indonesia dengan beribu pulau banyak menyimpan makanan dan jajanan tradisional yang turun temurun dari leluhur, makanan dan jajanan tradisional masih dipertahankan sampai sekarang.
Sukabumi, 18 Oktober 2019.