Kita tentu sudah sangat akrab dengan yang namanya sayur asem. Makanan khas orang Indonesia yang cukup merakyat. Terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh, ditambah cara memasaknya yang tergolong mudah membuat sayur asem layak disebut juara.
Di beberapa tempat sayur asem memiliki versi sendiri-sendiri, entah bahan yang dipakai ataupun cara memasaknya. Meski begitu tetap saja namanya juga sayur asem, dan rasanya juga tak akan berbeda jauh antara sayur asem versi satu dengan yang lain.
Postingan kali ini aku bukan ingin membagikan tentang resep membuat sayur asem ya. Karena aku yakin semua sudah pada jago untuk urusan ini. Atau kalo memang belum jago bisalah cari-cari sendiri di youtube atau google, sudah banyak yang membagikannya.
Tentang sayur asem kali ini aku sengaja mengaitkannya dengan Steemit. Ah seger kali ya, siang-siang dicuaca yang terik makan pake sayur asem sambil buka Steemit. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan.
Kita tahu dalam semangkuk sayur asem terdiri dari aneka sayuran. Ada kacang panjang, daun so, melinjo, tomat, labu siam, jagung, kacang tanah. Begitu juga dengan bumbu-bumbu sebagai penyedap yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe, garam, gula, dan juga asam. Di beberapa tempat ada yang mengganti asem dengan belimbing wuluh.
Kesemua bahan yang sudah disiapkan tadi pada akhirnya akan bertemu dalam satu wadah untuk kemudian melebur dengan bumbu-bumbu penyedap menjadi sajian sayur asem yang begitu menggoda perut. Hmmm nikmatnya...
Layaknya sayur asem yang terdiri dari beraneka ragam bahan dan bumbu, begitu juga dengan kehadiran kita di Steemit ini.
Steemit adalah media sosial yang terdesentralisasi, sebuah tren positif dalam bermedia sosial di era kekinian. Disadari atau tidak Steemit merupakan wadah yang berhasil menampung jutaan penggunanya dari berbagai Negara. Dan kita patut berbangga hati karena Steemit begitu cepat berkembang di Indonesia.
Steemit Indonesia dalam payung Komunitas Steemit Indonesia berhasil menyatukan kita semua yang terdiri dari keanekaragaman suku, agama, budaya yang kemudian melebur jadi satu saling memberikan dukungan satu sama lain untuk tumbuh dan maju bersama.
Seperti sayur asem agar bisa menjadi nikmat saat disajikan semuanya harus rela untuk melebur bersama-sama. Kita sudah tahu jika bahan-bahan yang terdapat dalam sayur asem bisa dinikmati sendiri. Kacang panjang misalnya, untuk menikmatinya tak perlu harus memasak sayur asem. Begitu juga dengan kacang tanah, direbus saja sudah bisa disantap jadi tak perlu harus repot memasaknya menjadi sayur asam.
Lantas jika masing-masing bahan bisa dinikmati sendiri untuk apa kemudian kesemuanya rela melebur menjadi satu, sehingga orang tak lagi hanya mengenal kacang panjang yang tampil menonjol, begitu juga dengan labu siam. Semuanya menjadi satu dengan nama sayur asem dengan rasa yang lezat.
Berkaca dari kerelaan kesemua bahan yang terdapat dalam semangkuk sayur asem, kita seharusnya bisa mengambil sikap demikian. Sebagai saudara yang berada dalam satu payung yang sama yaitu Komunitas Steemit Indonesia kita harus bisa melebur menjadi satu, tak mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain. Tak ada yang ingin tampil dominan atau menonjol karena sadar kita semua itu sama selama masih bertanah air dan berbahasa Indonesia.
Sebagai penutup aku ingin mengutip sebuah peribahasa jawa yang berbunyi “Rukun Agawe santoso Crah Agawe Bubrah” yang berarti dengan adanya kerukunan membuat hidup menjadi kokoh dan pertengkaran akan menimbulkan perpecahan. Semoga kita semua bisa menjadi Steemians yang mau berbagi satu sama lain, saling memberi dukungan sehingga bisa bersama-sama mewujudkan harapan untuk maju dan tumbuh bersama.
Terima kasih Kepada Kurator Indonesia dan
, kepada teman-teman Komunitas Steemit Indonesia. Mari saling berbagi, mari saling menguatkan.
Sampai jumpa postingan selanjutnya ya...