Banyak orang tua yang pusing karena anaknya susah makan sayur. Sebetulnya tidak harus demikian bila sejak mulai baru mengenal makanan sudah diberikan berbagai variasi makanan termasuk sayur-sayuran. Walaupun awalnya anak suka menolak, tetapi bila terus diberikan satu jenis sayur yang sama selama dua minggu berturut-turut setiap hari, lama-lama akan terbiasa dan bahkan mulai menyukainya. Lantas bagaimana kalau sudah terlanjur tidak suka?
Kebetulan sejak bayi anak saya sudah di biasakan makan sayur dan bahkan anak paling kecil lebih suka sayur daripada daging. Setiap hari harus ada masakan sayur di rumah, kalau tidak ada mereka protes. Mereka sudah mengerti dan sadar pentingnya makan sayur dan juga menyukainya rasa berbagai macam jenis sayur.
Nah, kali ini saya mau membagikan sebuah resep bola kentang kriuk, yang biasa saya dan anak-anak buat. Kentang yang dicampur dengan berbagai pilihan sayur seperti wortel, bayam, bawang bombay, buncis, bubga kol, dan bahkan daun singkong rebus yang dipotong kecil-kecil ini sangat disukai anak-anak. Memang lebih dominan rasa kentangnya, tetapi bisa membantu anak agar mulai mau makan sayur.
Bahan :
1 kg kentang
2 sdm mentega/butter
2 merah telur
2 wortel besar diiris kecil (optional)*
1 siung besar bawang bombay diiris tipis (optional)*
Tepung tapioka
Tepung roti
Garam
Merica
*Bisa diganti atau ditambah berbagai sayuran berbeda sesuai persediaan.
Cara membuatnya:
Rebus kentang sampai empuk, lalu kupas kulitnya, dan ditumbuk halus.
Tumis sayuran dan tambahkan America serta garam.
Angkat sayuran dan tambahkan mentega plus merah telur.
Campur sayuran dan kentang sampai rata, lalu simpan dalam lemari pendingin selama 2 jam agar mudah dibentuk. Setelah 2 jam, keluarkan adonan lalu bentuk bulat-bulat. Masukkan ke dalam tepung tapioka yang sudah diberi air (encer), angkat lalu gulingkan di tepung roti.
Setelah itu tinggal digoreng dan tiriskan.
Siap disajikan.
Jangan sampai anak tidak mau makan sayur, sebagai orang tua sebaliknya bisa sekreatif mungkin membantu agar anak mau makan sayur. Sayang anak bukan berarti selalu memberikan apa yang mereka mau tapi berikanlah yang mereka butuhkan sebagaimana Allah mengajarkan. Selamat mencoba!
Bandung, 7 Juli 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis