Sayang sekali memang. Padahal dengan 'kode' si ibu yang begitu rupa, tinggal angguk kepala. Sekali angguk saja. Lantas, semuanya akan tuntas sebagaimana mestinya. Si ibu senang dan tentu saja seorang Tungang juga tak kalah senang dengan senyum semurni Fia, kecuali dia mau berkilah ini itu, dan kita tahu benar itu hanyalah bualan belaka.
Benar adanya, menolak tawaran perjodohan dari seorang yang telah menganggap kita sebagai anaknya di perantauan adalah suatu hal yang membuat pencapaian adi kodrati seorang perantau buyar dalam seketika. Padahal kalau ia mengangguk--sekali angguk saja, semua bisa diatur pada waktunya. Bahwa ada waktunya ia pamit sebentar pulang kampung, sowan ke orang tua sekaligus mempersunting si buah hati yang telah lama menunggu. Lalu, punya sepasang gandenganlah kau nantinya. Antara Kutaraja dan Ngayogyakarta.
RE: Bertemu Ibu yang baik dan anaknya yang cantik di Yogyakarta