Hallo sahabat semua. Di masa pandemi ini tentu kita lebih banyak waktu di rumah. Gimana nih, udah bosan apa bosan? Hehe. Meski banyak tips dan saran aktifitas yang diberikan, tetap saja di luar lebih asik ya kan.
Salah satu aktifitas yang saya lakukan saat stay at home adalah membantu istri memasak. Meskipun lebih sering bantu doa saja hehe. Seperti kali ini, saya meminta istri saya memasak makanan jadul kesukaan saya, yaitu tumis Kepah.
Kepah
Kepah adalah sejenia kerang yang hidup di air tawar. Biasanya di sungai yang berpasir. Bentuknya tidak terlalu besar, kira-kira hanya seibu jari. Kebetulan istri saya kepasar dan dipasar sedang banyak penjual kepah. Oiya sahabat, kami tinggal di dekat pasar Sukaramai, Medan, Sumatra Utara, Indonesia.
Di pasar Sukaramai, harga kepah ini 1 kg harganya 5 ribu rupiah. Murah bukan? 1 kg pun sudah cukup banyak. Sesampainya di rumah, kepah-kepah ini di rendam dulu di air tawar di dalam baskom. Jika sudah keruh +- 3-4 jam, airnya di ganti. Begitu terus seharian. Jika mau dimasak, baru kita bersihkan permukaan kulit kepah dengan meremas-remasnya saja.
Tumis Kepah
Menurut saya, kepah paling cocok di tumis. Bumbunya seperti bumbu tumis pada umumya ya, yaitu cabe, bawang merah, bawang putih dan serai (jika mau). Jika suka berkuah, bisa juga di tambahkan air yang agak banyak. Setelah cangkang kepah terbuka, tandanya kepah telah masak dan siap di santap.
Sahabat semua, ini cerita saya selama stay at home. Selamat mencoba ya :)
Sabtu, 02 Mei 2020
"Masa pandemi covid19 ini, jangan lasak dulu ya, di rumah lebih baik"
Kaki Lasak : Travel & Food Blogger
Follow Me :
Steemit :Kaki Lasak
Blog/Website : Kakilasak.com
Facebook Husaini Sani
Instagram kaki lasak
Youtube Chanel : Kaki Lasak Crew
Whatsapp +628216607613