Seperti jeruk, segar, ceria, tertawa lepas merasakan hembusan angin dan memejamkan mata hanya untuk menghirup dalam-dalam udaranya nya sambil tersenyum manis, kadang asam namun menyegarkan.
Ingin sekali rasanya menekan tombol tunda, sekedar untuk menahannya, mengalaminya lebih lama, merangkai lagi senyuman sisa-sisa keceriaan seharian pada halaman hari yang terisi. Merasakan lagi jeruk dengan rasa yang tak pernah bisa diterka namun selalu berakhir tawa, tanpa waktu ikut serta.
Tapi, kurasa aku tak butuh tombol tunda, karena memang tak ada, cukup hanya ada aku, kalian dan sebuah jeruk segar pelebar tawa.