Hujan-hujan paling asik itu kalo menikmati cemilan. Kemarin sore hujannya serasa diformalin, awet banget. Karena ini juga aku nggak bisa keluar untuk mencari makan malam. Berbekal pengetahuan seadanya yang aku dapatkan dari cookpad serta memanfaatkan beberapa bahan yang tersedia, tergeraklah naluriku untuk bereksperimen.
Memasak buatku adalah hal baru, aku belum terbiasa berkutat dengan aktivitas di dapur ini maklumlah selama ini aku menjalani kehidupan sebagai anak kos yang tak memiliki peralatan memadai untuk memasak sendiri, hihihi (Alibi).
Karena dalam lemari amunisi hanya terdapat bahan-bahan ala kadarnya, yasudah eksekusi pun dimulai dengan memutuskan membuat bubur sum-sum. Ehm tapi jangan membayangkan kalo hasil akhirnya nanti akan terlihat menarik dan tertata cantik seperti para master chef ya.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bubur sum-sum adalah tepung beras, aku sih pake salah satu brand yang cukup ternama ya. Ada juga gula jawa, daun pandan juga santan kelapa.
Untuk santan kelapa aku pakai yang instan. Namanya saja memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia,hahaha.
Langkah pertama untuk membuatnya adalah dengan mencampurkan semua bahan yang ada, kemudian dituangkan dalam sebuah panci dan diberi air secukupnya.
Untuk takaran maaf sekali aku nampaknya tidak bisa memprediksi berapa takarannya. Karena ya aku ingatkan sekali lagi, aku bukan chef yang handal, aku hanya sedang mencoba memanfaatkan bahan yang tersedia, hahhaha
Setelah semua bahan tercampur dengan sempurna aduk terus perlahan-lahan, tambahkan sedikit garam. Menurut info dalam resep yang aku baca sih supaya rasanya menjadi gurih, hehehe.
Oh ada satu bahan yang kebetulan di rumah tak ada sehingga akupun tidak menambahkannya, jadi ya maklum jika nanti rasanya ada yang kurang.
Sembari menunggu air meresap, aku menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kuahnya. Caranya lebih mudah ketimbang mengolah tepungnya tadi. Kita hanya perlu megiris tipis gula jawa untuk kemudian direbus bersama dengan air. Kalo aku sih memanfaatkan parut supaya lebih cepat.
Setelah gula mulai membaur dengan air, kita hanya perlu memasukkan daun pandan. Dan lagi-lagi menurut resep aku harus menambahkannya dengan sedikit garam sebagai penyedap.
Supaya kuahnya lebih kental aku menambahkannya dengan satu sendok makan larutan tepung jagung salah satu brand ternama.
Seperti inilah penampakannya setelah semua siap disajikan. Bentuknya mungkin tak seindah dengan yang dijual di luaran sana, begitu juga dengan rasanya tentu kalah jauh jika dibandingkan dengan buatan chef ternama.
Memasak adalah sebuah seni. Ketrampilan kitalah yang diasah. Tak bisalah kita hanya mencoba sekali dua kali langsung jadi ahli memasak. Kompetisi master chef saja dilakukan sampai beberapa bulan untuk bebar-benar menemukan juaranya.
Memasak itu sama halnya dengan menulis, butuh latihan yang berulang-ulang supaya terbiasa. Syarat utama untuk bisa memasak ya terus mencoba memasak, begitu juga dengan menulis untuk bisa lancar menyusun rentetan kata hingga terbentuk kalimat enak dibaca syaratnya juga hanya terus mencoba menulis. Dengn kata lain bisa karena terbiasa.
Jadi bagaimana mau memasak apa menulis? Kalo aku sekarang sih menulis apa yang aku masak,hihihi.
Sampai jumpa postingan selanjutnya ya...
Terima kasih kepada Kurator Indonesia dan
, kepada teman-teman Komunitas Steemit Indonesia serta kepada semua master chef di manapun berada (tolong ajarkan saya memasak). Mari saling berbagi, mari saling menguatkan.