Hallo Sahabat🖐️
Postingan saya kali ini bukan tentang berbagi resep masakan ya. Tetapi cerita tentang family time dengan makan bersama di tepi pantai. Istilah orang Kalianda, Lampung, makan-makan bersama adalah Bacakan atau kegiatannya disebut Bebacakan. Kegiatan ini memang sering lakukan, tetapi kali ini spesial karena dilakukan di tepi pantai. Seru!!!
Bacakan
Siapa sih yang gak suka makan-makan. Semua pasti suka. Bebacakan biasanya lakukan saat ada yang ulang tahun, ada arisan, ada saudara datang, atau ada kumpul keluarga. Bebacakan ini bisa dilakukan kecil-kecilan hingga besar-besaran. Tapi besar-besarannya gak sampai seperti pesta juga.
Bebacakan bisa juga dengan spontan mengajak tetangga atau kawan-kawan sekitar untuk makan bersama. Biasa masing-masing yang ikut akan membawa bekal. Asiknya bisa saling icip-icip makanan yang dibawa oleh yang lainnya.
Bebacakan rame-rame biasanya kalau ada acara khusus. Misalnya kumpul keluarga dan sudah direncanakan kapan acaranya. Menunya juga disepakati bersama. Pastinya acara bacakan tidak saling memberatkan. Ada yang menyediakan nasi, ada yang menyumbang ikan, ada yang membawa kue dan lain-lain. Bisa juga sih jika ada sponsornya hehe.
Ikan Panggang
Keluarga kami kalau bacakan menunya selalu ikan panggang. Ikan yang dipanggang adalah ikan Tengkurungan. Ikan ini memang banyak sekali di laut Kalianda. Ikan Tengkurungan ini kalau di daerah lain disebut ikan Ekor Tegang. Ikan ini cocok sekali dipanggang. Kulitnya yang keras, membuat ia tidak mudah hangus saat dipanggang.
Selain ikan sebagai lauk utama, biasanya ditemani oleh Petai atau Terong. Sebagai cocolan, kami membuat Pekhos. Pekhos ini saos asam yang terbuat dari cabe, bawang, tomat dan cuka. Bisa juga sih cukanya diganti dengan asam jawa atau belimbing wuluh atau jeruk nipis. Selain pekhos, tak lupa membuat sambal terasi mentah plus aneka lalapan. Orang Lampung memang suka lalapan seperti halnya orang Sunda.
Bebacakan di Pantai Alau-alau
Acara bebacakan keluarga kami ini sebenarnya kumpul-kumpul saja. Kalau tidak salah ada salah satu ponakan saya yang ulang tahun. Jadi kami mengambil "moment* tersebut untuk family time dengan mengadakan bebacakan di tepi pantai. Kali ini ibu saya yang sudah sejak lama sakit stroke juga ikut. Wah sesekali refreshing ya. Secara sehari-harinya ibu saya ini duduk di rumah dengan kursi rodanya.
Lokasi yang dipilih untuk Bebacakan kali ini adalah pantai Alau-alau. Pantai ini berupa cottage dengan beberapa bungalow tepi pantai yang disewakan. Pemandangan pantai ini sangat indah.
Oiya, sebagian masakan sudah dibuat dari rumah. Lalu alat-alat makan juga sudah disiapkan. Bumbu-bumbu dan sambal pun tinggal di eksekusi. Jadi begitu kami tiba, langsung mencari posisi yang nyaman dan rindang untuk menyiapkan Bacakan. Aktifitas utamanya adalah memanggang ikan. Seru sih, kipas-kipas dan berasap-asap.
Nah, akhirnya semua telah siap. Bebacakan pun dimulai. Ciri khas kami makannya memang lahap-lahap. Semakin berebut makanan, semakin seru. Tapi pastinya semua kebagian ya.
Sahabat lasak, inilah cerita family time keluarga kami. Tentu saja saat pandemi covid19, hal seperti ini tidak bisa dilakukan. Semua harus "stay at home*. Semoga cobaan ini segera berlalu, jadi kita bisa Bebacakan lagi bersama keluarga. InsyaAllah. Amiin.
Sabtu, 09 Mei 2020
"Masa pandemi covid19 ini, jangan lasak dulu ya, di rumah lebih baik"
Kaki Lasak : Travel & Food Blogger
Follow Me :
Steemit :Kaki Lasak
Blog/Website : Kakilasak.com
Facebook Husaini Sani
Instagram kaki lasak
Youtube Chanel : Kaki Lasak Crew
Whatsapp +6282166076131